Jakarta, Beritaempat – Meski tanggal 20 Mei 2015 masih jauh, namun beberapa gerakan mahasiswa sudah menyusun rencana untuk menggulingkan Joko Presiden Joko Widodo. Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai momentum awal pecah orde baru menuju reformasi dari gerakan mahasiswa kala itu.
Namun, saat ini aksi gerakan mahasiswa yang santer terdengar untuk menjatuhkan Jokowi-JK sepertinya terbelah dua, ada yang konsisten dan yang sudah “masuk angin”. Malah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sudah putar haluan mendukung Pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris HMI Cabang Jakarta Raya Surya Muhammad Nur. Menurut Surya, gerakan mahasiswa saat ini sedang diuji, padahal gerakan mahasiswa seyogianya mampu memperjuangkan nasib rakyat terhadap hegemoni kekuasaan Jokowi-JK.

Komentar